Biografi Abiem Ngesti “Sang Pangeran Dangdut”

1510 views
Berakhir 26 Desember 2016

Biografi Abiem Ngesti “Sang Pangeran Dangdut” – Album Minggu Kita begitu populer dikala itu mengingat pertelevisian Indonesia masih satu saluran dan belum menjamurnya televisi swasta seperti sekarang. Jujur saja pada waktu itu saya belum punya TV dan biasanya saya numpang nonton TV di tetangga ketika ingin melihat tayangan hiburan televisi, salah satunya ya acara Album Minggu Kita ini. Maka tak heran ketika ada yang fenomenal langsung menggegap gempita ke seantero daerah Nusantara yang masih bisa tertangkap saluran TVRI.

Sponsored Ads

Biografi Abiem Ngesti "Sang Pangeran Dangdut"

Musik dangdut yang sebelumnya tidak direkomendasikan pemerintah, karena meniru-niru budaya India dan Timur Tengah. Namun berkat kepiawaian Rhoma Irama yang berhasil merevolusi orkes melayu sehingga warna musik yang kemudian dikenal Dangdut menjadi musik alternative di tengah-tengah dominasi musik Rock ke segenap penjuru dunia kala itu.Abiem Ngesti adalah bintangnya. Seorang penyanyi cilik kelahiran Kudus, 30 Oktober 1978 dengan setelan Rock n Roll memegang gitar lalu berdendang, “Akulah pangeran dangdut yang akan mengguncang dunia”…. Dengan suara tinggi khas anak kecil lagunya “Pangeran Dangdut” langsung menghipnotis penggemar dangdut yang  merata di kalangan menengah ke bawah.

Album pertama “Pangeran Dangdut” berhasil membludak. Sehingga ayahanda Abiem Ngesti yang bernama Wiwien Ngesti bisa membeli mobil baru dari royalti album pertama ini. Setelah sukess dengan album pertamanya kemudian launching Album kedua “Ini Dangdut”.

Sponsored Ads

Perlu diketahui bahwa pada saat itu, disamping musik Dangdut, masyarakat Indonesia pun sedang mengalami demam (trend) musik Melayu aliran Slow Rock. Maka peluang ini pun dilirik juga oleh produser yang mengorbitkan penyanyi jebolan SMP Negeri 2 Jepara ini. Sehingga setelah sukses dengan album pertama dan kedua, maka munculah album ketiga dengan aliran berbeda dari sebelumnya,  Album “Kugenggam Dunia”. Di dalam Pembuatan video klip lagu ini featuring dengan Poppy Mercury, dimana penyanyi ini cukup tenar dengan lagu-lagunya seperti Surat Undangan dan Antara Jakarta dan Penang yang saat itu sama-sama ngetop dengan jenis musiknya masing-masing.

Ketika beberapa wilayah Indonesia terkena musibah gempa, maka lahirlah album ke empat berjudul “Gempa”. Kemudian disusul dengan mengeluarkan Album kelima “Ini Jaman Uang”. Di dalam lagu Ini Jaman Uang, Abiem Ngesti berduet dengan Erie Suzan. Selanjutnya mengeluarkan kembali Album keenam “Astaghfirullah”. 

Setelah sukses dengan Album Slow Rock, “Ku Genggam Dunia” keluarlah Album Leila besutan Wiwien Ngesti.  Kemudian disusul Lagu Sonia. Selanjutnya Abiem Ngesti mencoba berkreasi karya sendiri dalam lagu “Gadis Baliku” yang memadukan musik dangdut dan Rap dengan introducing “Ole ole ole” dimana pada saat itu sedang gegap gempita Piala Dunia. 

Biografi Abiem Ngesti "Sang Pangeran Dangdut"

Album kesembilan “Dahsyat” rupanya sebagai album terakhir Abiem Ngesti. Berdasarkan penuturan Azhar Gunawan yang menangani pembuatan video klip lagu Dahsyat di Pantai Palabuan Ratu bahwa “Abiem betul-betul habis-habisan, meski syuting tepat di tepi jurang, Abiem tak menunjukkan rasa takut.” Dikatakan saat itu Abiem disebutkan seolah memberi isyarat ingin pamit pada penggemarnya dengan menampilkan video klip yang “sempurna”.

Tepat 35 hari setelah itu Sabtu, 19 Agustus 1995 sekitar pukul 03.30 WIB, kecelakaan merenggut nyawa Pangeran Dangdut yang belum sempat disematnya. Jalan tol Jakarta-Cikampek menjadi saksi akhir hidup dari sang bintang yang menghembuskan nafasnya bersama ibu, adiknya, serta sepupunya. Meski julukan Pangeran Dangdut belum betul-betul disematnya secara luas, tapi di hati penggemarnya Sang Pangeran Dangdut bersemayam penuh takzim selamanya.

Demikianlah sekilas Biografi Abiem Ngesti “Sang Pangeran Dangdut” semoga menjadi pengobat rindu bagi anda para penggemar dan penikmat musik dangdut lawas khususnya bagi anda fansnya Abiem Ngesti.

Sponsored Ads

Topik Populer: