Sinopsis Lengkap Re Run Jodha Akbar Episode 57 – 63

5708 views
Berakhir 26 Desember 2016

Halo teman teman sekalian kali ini saya ingin berbagi artikel tentang Sinopsis Jodha Akbar episode 57. Hamida bediri dihadapan sidang mengelurkan pendapatnya. Dia berkata bahwa di pengadilan Mughal 100 orang pelaku kejahatan akan di hutup tapi 1 yang tidak bersalah tidak harus mendapatkan hukuman. Lalu lanjutnya pada Jalal, “aku ingin pelaku sesungguhnya di tangkap dan di beri hukuman. Ini permintaan Mariam Makani padamu.” Seorang tokoh agama juga berdiri dan mendukung keinginan Hamida, lalu para menteri yang lain juga sebulat suara mendukung saran hamida. Begitu pula Atgah. Jalal menatap Rukaiya yang terlihat binggung tapi mengangguk setuju pada saran Hamida. Jalal masih dengan marah mengatakan bahwa dia melakukan ini sinopsis jodha akbar 57demi keadilan Mughal, “aku akan memberi mereka 19 hari untuk membuktikan mereka tidak bersalah. Mereka memiliki 10 hari, tapi mereka akan berada dalam tahanan rumah dan tidak bisa saling bertemu satu dengan yang lain,” Jodha terkejut, Jalal melanjutkan, “dan jika dalam waktu 10 hari mereka tidak dapat membuktikan bahwa mereka tidak bersalah, mereka akan di bakar hidup-hdup.” Semua orang terkejut dengan keputusan akhir Jalal. Adham dan Sharif tersenyum. Maham angga terpana dan Jalal menatap Jodha dengan tatapan membara penuh amarah dan dendam.

Ruqaiya duduk di depan cermin, teringat pada insiden ketika dia meminta cermin pada Hoshiyar karena ingin melihat wajah Mariam Zamani. Ruq melihat wajahnya di cermin dan berteriak, ‘tidak!”. Jalal menemui Ruq dan berkata, “aku mendengarkan ibu dan ulama, tapi mengapa kau setuju memberu mereka waktu?” Ruq mengatakan bahwa penyelidikan tidak dapat berhenti di sini, “hanya hamida yang mempunyai pendapat yang benar. Dan lagi di Istana para wanita sering sekali terjadi hal seperti ini, di mana bayi yang belum lahir mati dari berbagai istri, bahkan sebelum Jodha ada di sini. Yang artinya apa yang kita laihat saat ini tidak seluruhnya benar, tapi ada sesuatu yang tersembunyi, aku ingin mengetahui kenbenaran siapa dia yang tidak ingin pewaris mughal lahir ke dunia. Jalal memenggang tangan Ruq dan berkata, “aku masih percaya apa yang terjadi adalah karena Jodha , dia ingin balas dendam, untuk menjatuhkan aku dan melihatku menderita dengan membunuh anak ku.” Ruq mengatakan hanya dalam 10 hari dan kebenaran akan terlihat. Dan setelah 10 hari kau boleh memotong kepala pelakunya, tidak peduli apakah itu Jodha atau orang lain. Jalal berpikir dalam-dalam.
Sinopsis Jodha Akbar episode 57. Hamida mengunjungi Jodha di kamarnya. JOdha berdiri menyambutnya dan menatap Hamid seperti tak percaya. Jodha memberi salam pada hamida dan menyentuh kakinya. Jodha berkata, “Anda seharusnya tidak kesini Ami Jaan, karena Jalal telah memerintahkan tidak boleh ada yang mengunjungiku, kenapa anda kesini?” Hamida menyuruh Jodha duduk danberkata, “aku ada dalam posisi di mana Jalal tidak bisa memarahiku, karena aku ibunya. Karena itulah aku di sini.” Jodha berkata bahwa dia tidak sedih mendapat tahanan rumah, tapi karena tuduhan yang di alamatkan pada keluargaku.” Hamida berkata bahwa waktu dan tuhan tidak dapat melakukan ketidak adilan pada orang yang tidak bersalah. jalal sedang marah sekarang, tapi setelah beberapa waktu dia akan menyadari kesalahannya. Dan kau dapat melangkah lagi dengan kepala tegak.” Hamida menangis dan berkata, “tapi sekarang aku merasa sedih atas ketidak adilan yang di lakukan anakku padamu.” Jodha berlutut di depan hamida dan menyeka airmatanya. Jodha berkata bahwa dia bangga pada Hamida dan sangat beruntung memiliki dia sebagai ibu mertuanya, karena Hamida telah berdiri di pengadilan untuk membelanya. Hamida berkata, “kau adalah putriku dan harga dirimu sangat penting bagiku. Dan juga karena Jalal telah bertindak tidak benar, di pengadilan Mughal, hal seperti itu tidak boleh terjadi. Karen aitu aku harus berdiri disana. Jika kau memiliki masalah di sini, beritahu penjaga di luar.” Jodha mengatakan dia memiliki satu masalah, “saya setiap hari selalu menyalakan diya didepan patung dewa Kanha tapi sekarang tidak bisa. Masalah ini membuat saya gelisah.” Hamida berkata, “diya akan di nyalakan di depan Kanha, aku yang akan melakukannya.” Jodha bersyukur mendengarnya. Keduanya lalu saling berpelukan.
jodha akbar 57aDi kamarnya, para pangeran amer protes antar sesama, karena merasa tidak mendapatkan keadilan di sini. Adham memgatakan bahwa ini sebuah konspirasi yang sangat besar. Maham berkata bukan konspirasi tapi dosa besar karena telah membunuh anak raja yang belum lahir. Adham mengatakan ingin membunuh orang-orang amer itu. Maham mengatakan bahwa dia juga ingin pelakunya di bunuh, tapi mungkin pelakunya bukan keluarga amer. Bhagwandas berkata bahwa ini tipu muslihat Jalal. Tapi Maan gingh tidak setuju. Das berkata jadi apa yang dilakukan pada kita benar? Maan singh bilang,  “tidak, tapi jugan bukannya tidak betul, karena siapapun yang ada pada posisi jalal akan melakukan hal yang sama karena semua bukti mengarah pada kita, tetapi sebaliknya, dia malam memberi kita waktu untuk menantang perintah raja.” Das betanya, apakah kau curiga pada seseorang?” Maan mengatakan keraguan bisa pada banyak orang. Seperti adham dia beberapa kali  bertengkar dengan raja di pengadilan. Dasn menyebut nama sharifudin. Di tempat lain maham juga menunjuk nama sharif karena dathura berasal dari negerinya, dan juga karena dia tidak suka Jalal bersikap lunak pada amer. Di tempat lain Maan berkata bahwa Sharif tidak suka saat di minta untuk mengembalikan harta rampasan perang kembali ke Amer. Maan juga menyebut nama Maham. Di sana Adham berkata, siapa yang meragukan dirimu bu?Di sini Maan menyebut nama maham karena sejak insiden di amer dimana Jodha membakar gaun yang diberikan oleh Maham, keduanya tidak bersikap baik antara satu sama lain.  Disana maham berkata bisa menghentikan tangan pelaku tapi tidak bisa menghentikan lidah orang yang meragukanmu. Jalal dalam keadaan marah, dan 10hari ini akan banyak nama yang muncul didepannya sebagai pelaku. Dan jika Jalal menyimpulkan salah satu dari nama itu bersalah maka dia pasti jodha akbar 57akan membunuhnya, dia dan adham bisa jadi salah satu dari mereka. Pelayan membawa makanan untuk para pengeran dari amer, makanan sederhana untuk tahanan, tapi Das mentakan tak seorangpun boleh memakannya. Seorang pangeran bertanya kena? Das mengatakan seseorang yang bisa membuat istri raja minum dathura dan merencanakan keguguran, dapat juga mencampur makanan itu dengan racun. Adhan dan maham juga berdiskusi bagaimana Jodha akan keluar dari masalah ini kalau bukan dia pelakunya, dan bagaimana Jalal akan mentehui pelakunya dan memberi hukuman.
Sponsored Ads

 

Sinopsis Jodha Akbar episode 57. Moti berdoa di depan krisna ketika pengawal mengumumkan kedatangan Hamida bano. Hamida melepas sandalnya dan bersimpuh di depan dewa krisna. iaingat bagaimana dia dulu melihat puja di lakukan saat kelahiran Jalal. Ia meminta Reva dan moti untuk membawakan alat sembahyang Jodha karena dia akan berdoa. Dia menjelaskan pada moti bahwa dia tahu caranya karena pernah melihatnya di Umarkot.
Jalal menemui Hamida dan bertany akenapa dia menemui Jodha. Hamida menjawab dia adalah Malika (ratu) dan ibu Jalal, tidak ada yang bisa mengehentikannya dari bertemu anak menantunya sendiri. Jalal marah dan pergi.
Atgah menemui Jalal danmenyerahkan surat undangan dari Bharmal perihal perkawinan Sukanya dengan pangeran Sujanpur. Atgah bertanya apakah dia akan mengundang raja Bharmal? Jalal menjawab, ya, sebab dia ingin berbicara dengan bharmal seperti yang dia lakukan dengan anak-anaknya.
Di Sujanpur, Bharmal dan calon besannya berbagi kebersamaan, ada kegembiraan terpancar di wajah bharmal setelah berhasil mencarikan calon suami untuk sukanya. Di amer, Menawati juga terlihat sangat bahagia. Karena sejak pernikahan Jodha dan Jalal sangat sulit menemukan pengantin pria untuk Sukanya.
Hari sudah malam ketika  pengawal datang pada Jodha dan saudara-saudaranya yang memberitahunya bahwa Jalal ingin bertemu dengan mereka…

Sinopsis Jodha Akbar episode 58. Atgah (perdana menteri) mentakan bahwa Jalal ingin membicarakan sesuatu yang penting dengan Jodha dan pangeran dari Amer, karena itu dia memanggil mereka semua. Das bertanya, “pembicaraan penting apa?” Tapi kemudian terdengar pengumuman bahwa Jalal datang memasuki ruang sidang. Jalal menatap Jodha dengan tatapan marah, lalu menatap para pangeran. Jalal berkata, “dengan perintah dariku kalian sinopsis jodha akbar 58menjadi tahan rumah, dengan perintah dariku kalian semua ada di sini, danberitanya adalah dengan perintah dariku raja Bharmal akan datang ke sini.” Jodha dan para pengeran terkejut. Jalal melanjutkan, “Dengar, dia datang kesini untuk menyampaikan berita gembira, karena itu akau bertanya pada kalian, apakah dia yang lebih dulu menyampaikan berita gembira atau aku yang mengabarkan padanya tentang konspirasi kalian.” Tidak ada seorang pun yang menjawab. Jodha hanya menatap jalal tapi juga tidak berkata apa-apa. Lalu Jalal berkata,”baiklah, tidak ada yang menjawab, aku sendiri yang akan memutuskan. kalian semua boleh pergi.” Semua pangeran pergi meninggalkan ruang sidang, kecuali Jodha. Jalal menoleh, menatap Jodha dan berkata, “aku menyuruh semua orang untuk pergi.” Keduanya saling menatap dengan penuh kebencian. Jodha bertanya, “apa yan anda inginkan?” Jalal menjawab, “kau kembali ketempatmu,” Jalal memerintahkan pengawal untuk membawa Jodha ke tempat tahanan rumahnya.  Jodha tak bergeming dengan tegas berkata, “saya bertanya, apa yang anda inginkan?” Jalal mendekati Jodha dan mengatakan “akan tahu setelah 10 hari.” Jodha bertany alagi, “apa yang akan kau lakukan pada ayahku?” Jalal menjawab, “aku tidak perlu menjawab penjahat.” Jodha dengan suara tegas mengancam Jalal, kalau sampai dia melalukan hak yang tidak benar, maka akan menanggung akibatnya.” Jalal mengejek Jodha dengan berkata, “kau merasa sakit ketika keluargamu terluka,” Jalal memberitahu Jodha bahwa setelah 17 kali di tolak, akhirnya adiknya Sukanya menemukan pengantinnya. Untuk Bharmal dan Jodha hubungan ini sangat penting, “kenapa kita tidak merayakannya?” Jodha berkata dengan mata berkaca-kaca, “yang mulia, jangan lakukan ini pad ayah saya, dia akan hancur, apa yang anda dapatkan?” Jalal menjawab, “Sukoon (ketenangan).” lalu lanjutnya, “aku mendapat ketenangan dengan menyakiti mu.” Keduanya bertatapan dengan amarah. Jalal kemudian meninggalkan Jodha dan menyuruh pengawal untuk mengantarkan Jodha kembali kekamarnya.

Maham angga berbicara dengan menteri sambil berjalan. Manteri mengatakan pada Maham, mendengr Bharmal akan datang ke agra dia ingin tahu bagaimana Jalal akan menyambutnya. Maham juga berkata bahwa dia juga ingin tahu apakah Jalal akan mengabaikannya atau tidak atau bagaimana dia akan di sambut di ruang sidang.
sinopsis jodha akbar 58 aSinopsis Jodha Akbar episode 58. Raja Bharamal datang ke aula kerajaan (ruang sidang). Dia memberi salam pada Jalal, tapi Jalal hanya memandangnya dengan dingin. Bharmal juga memberi salam pada Maham, tapi maham malam membuang muka.  Bharmal mengatakan dia telah menerima suratnya, karena itu datang untuk menyamapaikan berita gembira dan menyajikan beberapa hadiah dan manisan. Di ajuga mengatakan kalau putri sukanya terlah bertunangan dengan raja Sujanpur Ratan Singh.  Akan ada upacara Haldi beberapa hari kedepan. Jalal berkata, sungguh sebuah berita bahagia. Bharmal menawarkan Jalal makan manisan. Jalal mengangguk, mengambilnya sebutir dan menyuruh Bharmal mencicipinya. Bharmal sedikit terkejut. Tapi anak buah Bharmal yang mengatakan akan memakannya terlebih dahulu. Jalal berkata mungkin Bharmal merasa tidak ensk hati atas sikapnya, tapi sekarang banyak racun tersebar di seluruh agra. Bharma berkata kalau dia tidak mengertai maksud Jalal. Jalal megatakan akan memakan permen terebut di waktu luang. Maham protes dalam hati, karena Jalal tidak langsung menceritakan kebenaran yang terjadi.  Bharma meminta ijin … Jalal langsung meyetujuinya tanpa mendengar nya, dan berkata bahwa datang dari jauh sehingga pasti ingin bertemu putrinya. Jalal memerintahkan menterinya untuk mengantar Bharmal pada Jodha. Tanpa banyak tanya Bharmal segera pergi. Maham mencoba mengatakan sesuatu pada Jalal, tapi Jalal mendahuluinya, “aku tahu apa yang anda ingin katakan. Anda bertanya kenapa aku tidak mengatakan tentang tahanan rumah? Jalal berkata raja Bharmal akan lebih tersakiti kalau melihat dan mendengar kondisi anak-anaknya dengan mata telinga sendiri. Dan bahrmal akan kembali menemui Jalal dengan rasa sedih di matanya yang akan membuat Jalal senang. Maham menyerigai senang.
Raja Bharamal sedang berjalan menuju kamar Jodha ketika berpapasan dengan Adham. Keduanya berhenti dan saling menatap, bahrmal tersneyum, tapi adham menatapnya dengan marah  dan berlalu tanpa memyapa. Bharmal terlihat bingung sendiri. Adham bicara dalam hati, sekarang Jalal memanggilnya juga, bagus, mereka akan saling menghapus airmata masing-masing. Raja Bharma sendiri di liputi tanda tanya di benaknya. Sambutan Jalal kali ini  sangat dingin, dia tidak menerima hadiah juga. Saat tiba di depan kamar Jodha dia lebih heran lagi melihat banyak prajuriat disana. Apalagi saat akan masuk menemui anak-anaknya, pengawal meminta pedangnya. Maan melihat raja bharmal masuk, menyambutnya dengan senang, semua saudara menyambut raja bharmal. Raja bharmal mengatakan bahwa sukanya akan segera menikah, selamat pada smuanya. Das menjawab, Ya jalal telah memberi tahu kami. Seorang pangeran berpikir apakah Jalal sudah memberitahu Bharmal tentang kondisi mereka. Bharmal mengatakan bahwa Jalal sangat pintar. Sebelum bharmal mengatakan apa-apa, Jalal sudah menyuruhnya menemui kalian semua. Das berpikir, apakah Jalal ingin menangkap ayahnya juga? Raja Bharmal menanyakan Jodha, semua pangeran terlihat panik dan sling menatap. Untung Jodha segera muncul di belakangnya diiringi oleh pengawal. Jodha memanggil Bharmal, Bharmal terlihat senang. Jodha menghampiri ayahnya, memberi salam den menyentuh kakinya. Jodha mengatakan dia mendengar ayahnya datang, maka dia meminta izin untuk bertemu dengannya. Bharmal terkejut dan berkata “untuk hal seperti ini harus minta izin? dan keamanan yang sangat ketat ini, ada apa? katakan padaku?” Semua terdiam, akhirnya Das yang menjawab kalau mereka semua sedang menjadi tahanan rumah. Bharma terkejut dan bertanya, “tapi mengapa?” lalu katany apada Jodha, “kau ratu di sini, tapi kenapa di tangkap?” Dasn memberitahu bharmal kalau Ruq mengalami keguguran karena dathura, dan mereka yang di curigai. Menceritakan semauanya bahkan tentang kesar yang dia bawa dari amer. Telah terbukti bahwa dathura nerasal dari Amer. Das menceritakan semuanya secara detail. Dan Jodha mendapatkan waktu 10 hari untuk membuktikan dia tidak bersalah.
Di aula, Jalal berkata, sekarang Bharmal sudah tahu kebenarannya, jalal ingin melihat perubahan di wajanya.
Sinopsis Jodha Akbar episode 58. Bharma bingung dan bertanya pada anak-anaknya, kenapa Jalal tidak meberitahunya? Sekarang dia tahu kenapa mereka berperilaku begitu padanya, memeriksa hadiah darinya dengan ketat, pasti Jalal berpikir dirinya akan memberinya racun. Bharmal berbalik pergi, ketika JOdha menahanya danbertanya, “Bapusa, mau kemana?” Bharmal mengatakan di aharus menemui jalal untuk menjelaskan persoalan yang sebenarnya.
Di Amer, Sukanya dan adik-adiknya sedang bersenang-senang saat Menawati masuk dan mengatakan bahwa hal yang sama terjadi pada Jodha dan Sukanya. Mena teringat kata-kata Sukanya pada Jodha ketika dia hendak menikah. Menawati mengatakan kalau protokol yang sama harus di berikan pada Sukanya, kalau tidak dia akan protes dan mengeluh mengatakan Jodha mendapatkan semuanya sebagai saudara tua. Seorang pengawal masuk menyerahkan surat dari agra yang isinya memberitahukan kalau Ruqaiya keguguran dan jodha yang disalahkan. amenawati seperti biasa menjadi sangat emosional dan mengangis sedih. Dadisa menyuruh menawati mengontrol emosinya. Sukanya juga ikut menghiburnya.
Bharma menemui Jalal dan bertanya kenapa tidak memberi tahu berita anaknya tahanan rumah langsung padanya dan adalah salah menuduh tanpa diadili. Bharma mengatakan dia mempunyai hak untuk bertanya. Jalal mengatakan saat ini bharmal bukan sebagai ayah mertuanya tetapi  sebagai orant tua dari orang yang membunuh anaknya. Jalal mengancam jika dia menemukan bukti keterlibatan Amer, dia akan menghancurkan seluruh klan termasuk Bharmal. Jalal menyuruh pelayannya melayani Bharmal dan memberinya makanan yang baik, tapi bharmal menolak dan mengatakan dia akan berpuasa. Maham angga tersenyum gembira. Jalal melihatnya dan bertanya apa yang membuatmu tertawa bari ami (bibi)?

Sinopsis Jodha Akbar episode 59. Jalal sangat marah karena perkiraanya meleset. Dia pikir dia akan melihat Bharmal yang sedih dan terluka, tetapi lelaki itu malah terlihat tegar. Maham angga datang menemui Jalal. Jalal bertanya, “apa bari ammi (bibi), pertanyaan apa yang kau punya?” Maham berkata, “di pengadilan tidak baik untuk menyela, karena itu saya tidak mengatakan apa-apa. Tapi di sini saya ingin mengajukan sinopsis jodha akbar 59 abeberapa pertanyaan pada anakku. Kenapa kau bersikap normal di depan raja Bharmal? kalau pengeran amer di penajara kenapa tidak rajanya? Jika dathura berasal dari amer, berarti Bharmal juga harus di salahkan, saya pikir tidak mungkin konspirasi ini terjadi tanpaadanya keterlibatan Bharmal. Anda harus menghukumnya, supaya dapat di jadikan contoh. Dan jika yang di buru ada sini, apalagi yang anda tunggu? Pemburu harus melakukan keadilan.” Jalal berpikir.

Raja Bharmal diseret memasuki ruang sidang pengadilan dengan rantai di leher dan di tangannya. Jodha berlari menghampiri ayahnya, “babusa..” dia terlihat sedih dan terluka.  Jalal berteriak, “aku tidak berduka menangkap kalian semua.” Maham angga menyerigai. Jalal melanjutkan, “kau tidak perlu mengatakannya, anak-anak mu adalah pelakunya. Karena kau raja maka hukumanmu akan lebih besar dari mereka. Sampai waktu semuanya terbukti, anak-anakmu akan mendapat tahanan rumah, dan kau akan di tangkap.” Jodha berteriak,”ini tidak adil!” Jalal membentaknya, “hentikan!” Jodha terbangun dan berteriak, “Tidak!” ternyata itu hanya mimpi Jodha. Jodha menyeka airmatanya dan berkata itu adalah mimpi yang sangat menakutkan. Jodha keluar menemui pengawal dan berkata, “aku tidak boleh keluar, jadi aku butuh bantuanmu. Dimana atahku, apakah kau tahu?” Pengawal menjawab kalau Jodha tahanan dan dia tidak bisa mengatakan apa-apa tanpa izin dari raja. Jodha mengatkan kalu dia hanya ingin tahu kalau ayahnya baik-baik saja. Pengawal sekali menolak memberitahunya, “maaf, saya tidak bisa bilang apa-apa.” Jodha sedih dengan kondisinya dan berpikir apa yang harus dia lakukan untuk mengetahui keadaan bharmal, dan seperti apa Jalal memperlakukan bharmal.
Sinopsis Jodha Akbar episode 59. Semua wanita di harem berkumpul, Ruqaiya yang memerintahkan mereka semua untuk datang kesini. Seornag istri berkata kapada yang lain sebabnya. Ada yang bilang karena dia tahu kalau ada istri yang memesan hookah dari emas dan bukan dari perak. Ada juga yang menduga kalau semua ini karena kesalahan salah satu dari mereka. Para istri biasanya saling mengejek satu sama lain. Salah seorang istri berkata kalau Ruq baru kehilangan anaknya, tidak tahu apakah dia sedang dalam pikiran sehat atau tidak. Maham juga datag. Semua bertanya pada maham alasan Ruq memanggil mereka semua. Maham berkata dalam hati, kalau ruq juga memyuruhnya datang seperti dia itu ratu saja. Maham menjawab pertanyaan istri, “kita semua akan tahu alasannya kalau Ruq sudah datang.” Resham tersenyum dan berkata dalam hati, kalau maham juga tidak tahu alasannya, tapi pura-pura tahu semuanya. Rugaiya datang, semua orang menyapanya. Ruq berkata, “semua tahu bukan hanya  aku yang kehilangan anak, tetapi kerajaan telah kehilangan pewarisnya. Jodha dan saudara-saudaranya ditahan karena di curigai, tapi itu bukan berarti kalian semua bebas di sini. Semua di curigai sampai saya mendapatkan bukti yang kuat, bahkan Hoshiyar dan Resham juga di curigai.” Maham berkata, “itu berarti saya juga i curigai.” Ruq berkata, “seperti yang ku katakan sampai aku mendapat bukti kuat semua di curigai. Tapi aku di sini bukan untuk memgatakan ini, aku di sini untuk mengatakan bahwa salah satu adalah pelakunya, jadi kalian semua harus mencari dia untuk membuktikan kalian tidakbersalah. Kalian punya 10 hari untukmemgawasi hal-hal kecil.” Maham berkata kalau istana para wanita adalah tanggung jawabnya, dia meminta Ruq agar memberinya tanggung jawab untuk menemukan pelakunya, baginya Jalal sudah seperti anak sendiri dan di atelah kehilangan anaknya. Jadi Maham akan menangkap pelakunya. Ruq menjawab kalau di tidak peduli siapa yang menemukan pelakunya, dia hanya ingin menangkap orang itu. Lalu Ruq pergi meninggalkan mereka semua. Maham berkata pada para wanita bahwa jika Jodha terbukti tidak bersalah, mereka semua akan berada dalam masalah. Maham meminta mereka semua memberi tahu dia kalau ada sesuatu yang mencurigakan.
sinopsis jodha akbar 59Jalal mengadakan pengadilan terbuka dan mendengarkan keluhan rakyatnya. Seorang tua datang dengan menangis. Jalal bertanya apa yang terjadi.  Orang itu menjawab kalau ketidak adilan terjadi padanya, anaknya terbunuh. Jalal teringat Ruq yang kehilangan bayinya, dia erkata, “kau akan mendapat keadilan, katakan siapa yang melakukan ini?” Lelaki tua oitu bercerita kalau dia datang dari desa, dia dan anaknya sedang bertani, ketika beberapa preman datang dan menghancurkan segalanya. Mereka membunuh anak saya. Jalal berkata, “aku tidak tahu ada hal yang lebih menyedikan selain kehilangan anak, untuk seorang ayah, kau pasti akan mendapatkan keadilan. Siapa raja yang berkuasa disana?” Lelaki itu mengatakan dia adalah Raja Sujanpur dan anaknya Ratan singh sangat berbahaya karena ia menghancurkan desa kami. Jalal teringat kata-kata Bharmal yang Sukanya akan menikah dengan ratan singh. Jalal tersenyum dan berkata , “jangan khawatir, anda akan mendapatkan keadilan.”
Sinopsis Jodha Akbar episode 59. Dikamarnya, Jodha menangis dan bicara sendiri, “anda datang kesini membawa kabar baik, tapi apa yang anda dapatkan? aku tidak memenuhi tugasku sebagai anak..” Tiba-tiba ada pengumuman kalau Jalal datang. Jodha keluar menemuinya. Jalal menghampiri Jodha dan menatapnya dengan amarah dan benci. Jalal berkata kalau dia mendapatkan kedamaian saat melihat musuhnya menangis. Jalal mengambil air mata dari pipi Jodha, dan berkata, “berhenti menangis karena  aku datang untuk menyampaikan berita yang sangat mengejutkan bahkan kau tidak akan dapat menangis…” Jodha bertanya, “apa yang kau lakukan pada ayahku?” Jalal menjawab, “tidak ada. Aku tidak menangkapnya atau membunuhnya, dia sedang istirahat dan mendapatkan pelayanan yang mewah di sini. Tapi dia tidak akan tenang karena anaknya berada dalam masalah. Rasa sakit ini akan sangat menyakitinya hingga dia tidak akan sanggup menanggungnya.” Jalal melanjutkan, “lagian, saya di sini hanya untuk memberitahumu bahwa saya kan pergi ke Sujanpur, bukan untuk menghadiri pernikahan tapi untuk memghancurkan Sujanpur.” Jodha terkejut danbertanya, “mengapa kalu melakukan ini? saya musuhmu, tapi kenapa kau lakukan ini pada Sukanya?” Jalalberteriak, “kau ingin balas dendam padaku, tapi kenapa kau melakukannya pada anakku yang belum lahir, apa salahnya.” Jodha berkata, “anda adalah raja, jadi seharusnya anda tahu bahwa sebelum tuduhan terbukti, anda tidak bisa menyebut seseorang sebagai penjahat dan mengambil tindakan apapun padanya.” jalal berkata, “ini pertanyaan politik. Dan aku  pasti akan menjawabnya. Aku baru tahu kalau pangeran Sujanpur, Ratan singh, calon suami Sukanya bukan orang baik, dia memiliki beberapa preman dan pencuri yang telah menghancurkan desa dan membunuh seorang petani. Ini bertentangan dengan aturan bangsa Mughal, mereka telah melanggarnya. Jadi mereka akan mendapatkan hukuman. dan itu hanya dapat terjadi dengan membunuhnya.” Jodha tertegun, “ayah pasti sedih. Anda tidak tahu betapa sakit ketika lamaran anak perempuan batal, dia tidakakan sanggup menanggungnya.” Jalal mengatakan, “apa boleh buat, dan yang menarik bahwa setiap pengkhianat ternyata relatif mu…”  Jalal meninggalkan Jodha yang menangis tersedu-sedu.
Maham angga sangat marah dan menampar seseorang. Dia berteriak pada istri dan para pelayan karena mereka tidak menemukan bukti yang menentang Jodha dan mulai mencarinya sendiri.
Jalal memberitahu Bharmal dan keluarganya kalau dia akan berperang melawan Sujanpur. Dia menjelaskan alasannya pada Bharmal dan meminta Bharma memihak padanya. Bharmal memgatakan kalau putrinya akan menjadi menantu di kerajaan itu. Jalal meminta Bharmal memilih antara dua pilihan yaitu memilih hubungan yang sudah terjalin (jodha -jalal) atau yang belum terjalin (sukanya -ratan singh)
Sponsored Ads

Sinopsis Jodha Akbar episode 60. Ruqaiya dengan gembira mendengarkan musik sambil mengirup hokaah. Jalal datang, Ruq senang hati menyambutnya. Ruq menyuruh semua orang pergi. jalal memghampiri Ruq dan berkata, “mendengarkan musik dapat memberi ketenangan.” Ruq menjawab bahwa Jalal telah memberi kedamaian padanya setelah mengumumkan perang dengan Sujanpur. Jalal bertanya, “ketenangan apa jodha akbar 60yang kau peroleh?” Ruq menjawab, “karena perang ini Jodha akan kehilangan ketenangannya, saat dia mendapat berita bahwa kau akan menyerang calon saudara iparnya, dia pasti tidak akan bisa tidur.” Jalal berkata, ‘yeaah, kau ingin melihat mereka tidak bisa tidur, menderita. Tetapi akau akan menggunakan pedang untuk menghukum mereka.” Ruq bertanya, “apakah hatimu mencair?” Jalal bertanya, “mencair? aku tidak tahu.” Ruq bertanya, “lalu kenapa?” Jalal mengatakan dia akan menggunakan orang amer untuk berperang melawan sujanpur. Mereka akan saling bunuh, dan jodha akan menderita.” Ruq bertanya, “begitu besar kebencian, kenapa menikahinya?” Jalal menjawab, “aku ingin mememnangkan dia, tapi dia membalas dendam dari anakku yang belum lahir, maka dia akan mengingat hari ini, karena mulai hari inikehacurannya akan di mulai. Dan 10 hari yang akan datang dia akan sangat menderita.” Setelah berkata begitu Jalal meninggalkan Ruqaiya.

Jalal datang di luar istana dimana telah banyak orang yang berkumpul. Mereka bertanya apakah mereka akan meyerang Baaruk dulu? Jalal menyangkal, dia mengatakan mereka akan menyerang Sujaanpur terlebih dahulu, mereka telah melanggar aturan muhal jadi harus dia beri hukuman. Jodha datang. Jalal masih melanjutkan kata-katanya, “kita akan menetapkan contoh aturan yang baik, siapa saja melawan aturan itu akan di hukum berat.” Jalal menatap Jodha, dia menyuruh semua orang pergi. Jalal menghampiri Jodha dan bertanya, “kau tahu mengapa saya memanggilmu kesini? karena kalau aku datang padamu setiap kali, kalu mungkin berpikir aku tertarik padamu. Jadi aku menyuruhmu keluar meski kau berada dalam tahanan rumah.” Jodha berkata, “aku tidak ingin bicara dengan anda, anda telah mempermainkan kehidupan adikku.” Jalal menyerigai senang dan berkata, “aku ingin mengabarkan berita baik padamu.” Jodha mengulang kalimat Jalal dengan pedas, “memberi saya kabar baik? tidak mungkin!” Jalal berkata, “kau cerdas. Aku ingin memberitahumu kalau aku akan membebaskan saudaramu dari tahanan rumah dalam beberapa hari.” Jodha membalas, “aku yakin anda pasti sedang merencanakan sesuatu yang mencurigakan dibelakang semua ini.” Jalaltertawa dan berkata, “harus kuakui pandanganmu sangat jauh kedepan. jodha akbar 60 aKhan baba sering mengatakan lebih baik mempunyai musuh yang cerdik daripada kawan yang bodoh.” Jodha menjawab dengan pedas kalau dirinya bukan teman atau musuhnya, serta bertanya muslihat baru apa ini. Jalal berkata, “aku akan mengirim mereka ke Sujaanpur untuk berperang melawan relatif mereka sendiri.” Jodha dengan galak menatap Jalal dan berkata, ‘balas dendam saja padaku. Kenapa anda membuat mereka melakukan dosa ini? Kenapa membuat mereka berperang melawan Hindu?” Jalal mengatakan, “bukan itu semua. Aku ingin Bhagwandas membunuh pangeran yang akan menjadi suami adikmu dengan tanganya sendiri. Aku pikir akan sangat mudah bagi Das untuk membunuhnya. Sekarang berita baik sudah lengkap. Aku akan merayakan kemenangan dan kau akan berkabung untuk kebahagiaan adik kita.” Jodhatak dapat menahan airmatanya dan berkata, “aku akan mati kalau kau pisahkan dari Amer dan tentang berkabung aku pasti berkabung untuk kebahagiaan adikku.” Jalal tersenyum licik dan berkata, “aku mendapat kedamaian melihatmu menangis seperti ini. Aku akan menemukan kesempatan seperti ini lebih sering. Jadi sekarang kau membenciku?” Jodha mengusap airmatanya dan berkata, “aku membenci diriku sendiri karena menikah dengan orang yang senang melihat penderitaan orang lain.” Jalal memberikan tatapan Jahat. Jodha beranjak pergi. Jalal menegurnya, “aku belum menyuruhmu pergi….” Jodha berhenti dan tanpa menoleh dia berkata, “tidak ada lagi yang perlu di bicarakan.” Jodha melanjutkan langkahnya. Jalal menatapnya dengan senyum penuh kepuasan.
Sinopsis Jodha Akbar episode 60. Jalal bersiap-siap untuk pergi berperang. Dia mengenakan baju perangnya dibantu oleh pengawal. Bharma berkata pada anak-anaknya, “aku tahu kalian tidak ingin pergi, tapi kita harus menepati perjanjian. Ingat Jalal adalah menantu kita, kalian harus melindunginya.” Das meyakinkah ayahnya bahwa dia akan melindungi Jalal. Jalal menemui hamida dan memberitahunya kalau dia akan pergi berperang. Hamida menyuruhnya menemui Jodha agar dia bisa meletakkan tilak pada pedangnya. Jalal bertanya, “tilak?” Hamida menjelaskan kalau itu tradisi dalam hindu. Jalal menyerigai dan meminta pelayan untuk membawa Jodha dari tahanan rumah. Jalal meninggalkan Hamida, hamid berdoa untuk Jalal.
jodha akbar 60 bSemua pasukan yang akan pergi berperang berbaris di halaman istana. Bharmal, para pangeran dari amer dan Jalal berdiri menanti. Jodha datang melihat saudaranya. Maham berkata pada Resham kalau dia tidak tahu apa yang Jalal ingin lakukan. Jodha menghampiri Jalal yang ada diantara raja Bharmal dan para pengeran dari amer. Jodha berdiri di hadapan Jalal. Jalal tersenyum licik melihat Jodha, lalu beranjak beberapa langkah menjauhi Jodha. Jodha menghadap Bharmal dan bertanya, “bagaimana ayah bisa membiarkan mereka pergi berperang ketika Sukanya akan menikah?” Bahrama menjawab, “untuk menjalin hubungan  baru, aku tidak bisa menggorbankan hubungan yang sudah terjalin. Aku tidak bisa menghancurkan hidupmu demi Sukanya. Raja ingin mereka pergi, maka mereka pergi. Bagi seorang istri, suami adalah yang paling utama.” Ruqaiya berkomentar kalau Jalal sangat tahu bagaimana menghina seseorang. Jalal mendekati Jodha dan berkata, “aku baru tahu kalau istri memberikan tilak kemenangan ketika suami pergi berperang. Kau kesini dengan ritual penuh jadi ingin kau melakukan hal ini untuk suamimu. Musuh adalah musuh tak perduli kalau dia masih relatif.” Dengan terpaksa akhirnya Jodha menempatkan tilak pada pedang Jalal.  Ruq berkomentar kalau pedang yang akan memotong kepala hindu memiliki tilak dari Jodha. Pendeta meminta Jodha menyerahkan pedang itu pada Jalal lalu menempatkan tilak di keningnya. Keduanya saling bertatapan seperti akan saling bunuh antara satu sama lain. Jalal berkata kau tidak mendoakan aku? Jodha mengucapkan keinginannya pad Jalal dan pasukannya dengan mengatakan bahwa dia berharap bahwa anda akan kembali dan memenangkan pertempuran.  Jalal tersenyum jahat dan berkata dalam hati bahwa dia akan menghukum Jodha setelah dia kembali dari perang. Lalu Jalal dan pasukannya pun berangkat ke medan perang. Ruq tersenyum gembira. Jodha menatap kepergian saudaranya dengan sedih.
Jodha menangis di kamarnya. Ruq mendapat informasi dari Hoshiyar bahwa ada seseorang yang datang menemuinya untuk memberitahu kalau beberapa bulan yang lalu ada seseorang dalam harem yang memesan kotak yang di gunakan untuk menyimpan cairan dathura yang menjadi penyebab Ruq keguguran. Ruq bertanya pada orang itu siapa yang memesannya

Sinopsis Jodha Akbar 61. Ruqaiya menemui seorang pria yang mengaku telah membuat kotak khusus yang dicari Ruq. Ruq bertanya, “siapa yang memesan kotak itu?” Lelaki itu dengan sedikit tegang mulai bercerita. Katanya, ” orang itu berkerudung dan bercadar. Kaalu di lihat dari tubuh dan tanganya dia dalah seorang wanita. ” Ruq meminta pria itu berpikir lebih keras lagi kira-kira siapa orang itu, mungkin dia bisa mengingat jodha akbar 61cara dia berdandan, suara apapun yang bisa di gunakan untuk mengenalinya. Lelaki itu berpikir keras dan teringat pada apa yang terjadi beberapa waktu lalu saat dia menemui wanita bercadar itu untuk memberikan kota pesananya. Lelaki itu menceritakan segala yang dia tahu. Di amnemabahkan bahwa saat itu dia tidak terpikir tentang konspirasi, mereka hanya bertemu sebentar dan wanita itu lalu menghilang.  Ruq bertanya kalau kota itu di tunjukan padanya apakah dia bisa mengenali? lelaki itu dengan pasti menjawab kalau dia bisa mengenalinya hanya dengan menyentuhnya saja, karena dia yang membuat. Ruq menyuruh Hoshiyar memberi lelaki itu koin emas. tapi dia menolak dan tidak mau memgambilnya dengan alasan dia membutuhkan, dia hanya takut kalau kotak buatanya terlibat dalam kasus kejahatan yang terjadi pada Ruqaiya. Ruqaiya berkata kalau imbalan itu diberikan untuk keberaniannya, sebab kalau dia tidak datang kesini, dia tidak akan mendapatkan petunjuk penting ini dan akan memanggil lelaki itu begitu ruq menemukan kotaknya. Setelah itu Ruq menyuruh lelaki itu pergi setelah Hoshiyar memberikan sekantong koin emas pada lelaki itu yang dengan sedikit takut menerimanya. Setelah kepergian lelaki itu Hoshiyar bertanya pada Ruq bagaimana bisa dia percaya pada lelaki itu. Ruq menjawab, “hanya setelah kita percaya pada bukti saja pelakunya bisa tertangkap. Pertama membeli kotak dari lelaki itu kemudian memberi dathura padaku, itu bukan kebetulan, pasti wanita bercadar itu mempunyai hubungan dengan kasus ini.” Hoshiyar berkata, “mungkin orang bercadar itu tidak ada hubungan dengan kasus anda, dan mungkin di juga bukan perempuan.” Ruq menyahut, “bisa saja itu benar. Tidak peduli apakah dia peremouan atai laki-laki yang penting adalah kota itu ada di istana dan kita harus menemukannya bagaimanapun caranya, orang yang memiliki kotak itu adalah pelakunya.”

Di tendanya, Jalal sedang mengamati pisaunya dan bermain-bermain denganya ketika seorang pengawal memberitahu dia kalau Pir Muhammad atau munim khan datang menemuinya. Jalal menyuruh mereka masuk. Para menteri masuk menghadap Jalal. jalal berkata kalau pangeran Sujaanpur telah memberi perlindungan pada preman dan pencuri, karena itu dia akan menyerangnya. Jalal menyuruh menteri memperketat penjagaan di sekitar tenda karena mereka bisa saja menyerang pada malam hari. Pir mengatakan, “anda benar. Tapi saya pikir jika mereka menyerang kita pertama kali mereka akan menyerang anda.” Jalal bertanya, kenapa begitu?” Pir mengatakan karena anda membawa pangeran Amer. Kalau anda pikir mereka bisa menyerang anda, mereka juga bisa menyerang anda juga di sini.” Jalal menegur pir dengan berkata, “pikir dulu apa yang kau katakan.” Pir menyahut, “kita tahu bahwa adik Jodha begum memiliki hubungan dengan pangeran itu, jadi saya pikir mereka mungkin berencana untuk membunuh anda.” Jalal berdiri dan berjalan keluar tenda, para menteri mengikutinya. Jalal memerintahkan agar penjagaan di perketat dan tetara di tempatkan di tenda-tenda mereka. Dan jika menemukan sesuatu yang mencurigakan jalal menyuruh mereka memberitahu dia.
jodha akbar 61aSinopsis Jodha Akbar 61. Jalal sedang tidur di tendanya ketika sekelompok orang bersenjata muncul dn membunuhi pengawal yang berjaga. Jalal terbangun dan segera menghunus pedang. Tak lama kemudian anak panah menghujani tenda Jalal dengan Jalal ada di dalamnya. Jalal coba menghindar dari panah-panah itu dengan mengayunkan pedangnya kesana kemati. Pir, atgah dan munim segara masuk ketenda Jalal dan membantunya. Jalal berkata kalau orang Sujaanpur menyerang mereka. Pir mengatakan pasti pangeran amer yang memberitahu mereka tentang tenda Jalal, kalau tidak bagaimana mereka bisa tahu. jalal berkata kalau dia akan memikirkan tentang itu nanti, sekarang membalas serangan orang-orang Sujaanpur dulu. Jalal keluar tenda dan melihat kalau sebagian besar prajuritnya tewas. Kekuatan Sujaanpur datang mengepung jalal dan para menteri. Beberapa menteri malah di todong pedang. Jalal berdiri di tengah-tengah di kelilingi oleh prajurit Sujaanpur baik yang diatas kuda maupun yang berjalan kaki. Pemimpin pasukan sujaanpur berkata kalau Jalal sudah terkepung dan tidak memiliki jalal keluar.  Tiba-tiba ada serangan anak panah dari ke empat pangeran Amer ke arah prajurit SUjaanpur yang mengepung Jalal. Prajurit-prajurit tersebut banyak yang tewas, sebagian lagi lari kocar-kacir menyelamatkan diri. Jalal menyerang pasukan yang tertinggal dengan pedangnya. Tapi dia dikeroyok beberapa orang. Jalal terjatuh di tanah dengan 4 bilah pedang mengarah ke tubuhnya. Tapi sekali lagi ke empat pengerotok itu terbunuh oleh anak panah pangeran amer. Dan Jalal sekali lagi terbebas. Para pangeran amer segera menghampiri Jalal dan membuat pagar betis untuk melindunginya. Sebuah anak panah melayang kearah Jalal, tapi bhagwandas menyelamatkannya. Anak panah itu menancap di dada kiri Das. Jalal segera membawa Das ke tepi tenda dan mencabut anak panah yang menancap. Jalal bertanya mengapa dia melakukan itu? Das menjawab, “karena anda adalah saudara iparku dan raja, sudah menjadi tugasku untuk mnyelamatkan anda.” Pir muhammdan datang memberitahu Jalal kalau tentara Sujaanpur menyerang dan tentara mughal belum siap. Jalal mengatakan tetap saja mereka akan memenangi perang ini.
jodha akbar 61bSinopsis Jodha Akbar 61. Jalal memakai pakaian perang lengkap dengan helmnya. Pertempuran pun kembali terjadi. Jalal pertempur habis-habisan menyerang musuh dan membunuhi mereka. Pertumpahan darah benar-benar terjadi. Jalal terluka, tapi dia tetap perkasa. Namun lama kelamaan raja kita ini menjadilelah juga. Jalal melihat prajurit Sujaanpur memberi minum prajurit yang terluka. Jalal melihat kearah prajurit dengan rasa haus. Das melihatnya. Das segera memanah prajuroit itu dan mengambil kantong air yang dibawanya. Dia  segera menghampiri Jalal dan menuangkan air itu di depannya. Jalal menadah air tersebut dengan tangan dan meminumnya. Jalal teringat pada perlakuan yang telah di aberikan pada para pangeran amer di agra. Tiba-tiba seorang prajurit Sujaanpur menyerang Das, Jalal melindunginya dengan membunuh prajurit itu. Peperangan masih berlangsung. Tapi sepertinya pasukan Jalal berada diatas angin. Banyak prajurit Sujaanpur yang tewas. Terakhir, tentara Mughal berhasil menangkap pangeran Sujaanpur Ratan singh. ratan mengejek dan menghina Jalal dan pangeran dari Amer. Para menteri bertanya apa yang harus di lakukan. Jalal menyuruh mereka membunuhnya. Perang pun berakhir.
Jalal dan pasukannya kembali ke Agra yang membutuhkan waktu sekitar 2 hari untuk sampai ke sana. Pikiran Jalal terjebak dalam banyak masalah yang muncul menjadi dilema, antara pengkhianat pangeran amer dan ratu Jodha, keguguran Ruqaiya dan kesetiaan Bhagwandas dimedan perang yang telah dengan berani menghadang anak panah untuk dirinya.

Berita kemengan Jalal telah sampai ke Agra. Ruq dan hosgiyar sedang menanti kedatangan Jalal dan mengatur perayaan untuk menyambut kedatangannya. Resham memberi tahu maham tentang kemenangan dan kedatangan Jalal kembali ke agra. Seperti biasa adham tidak senang dengan kemenangan Jalal. Dia lebih suka kalau Jalal mati di medan perang sehingga tahta menjadi miliknya. Dengan sedikit sinis Adham berkata kalau Jalal telah menang perang, dia pasti raja yang sesungguhnya. mambela jalal dan menyuruh adham hadir dalam perayaan untuk menyambut kedatangan Jalal

Sinopsis Jodha Akbar episode 62. Jalal dan Pasukannya tiba di Agra. Semua orang menyambutnya. Maham terlihat senang. Di kamarnya, Jodha mendengarkan pembicaraan pengawal tentang kedatangan Jalal dan kemenangan yang diraihnya. Mereka juga mengatakan kalau Bhagwandas mendapat luka parah. Jodha menjadi khawatir. Seorang rahib berdoa mengucapkan syukur atas kemenangan Jalal. Para wanita menyambut jodha akbar 62Jalal di pintu gerbang istana, ada Ruq, Hamida, Salima, Maham dan lain-lain. Jodha melihat kedatangan Jalal dari jendela kamarnya. Dia melihat Das yang terluka dan sangat khawatir. Hamida menyambut Jalal. Jalal menatap orang-orang yang menyambutnya seperti mencari-cari. Lalu dia turun dari kuda dan menghampiri Hamida. Hamida melihat luka ditubuh Jalal berkata, “terima kasih tuhan, hanya luka kecil.” Maham dan Ruq yang mendengarnya terlihat kuatir. Tapi Jalal menjawab, “memang kenapa kalau besar, itu merupakan kebanggan tersendiri bagi prajurit.” Hamida memintanya untuk meletakkan obat, tapi Jalal berkata kalau obat sudah di letakakn ketika dia membunuh Ratan singh pangeran Sujaanpur itu. Hamida menatap para pangeran Amer dan melihat luka ditubuh Bhagwandas. Hamida segera menyuruh orang memanggil dokter untuk mengobatinya. Jalal berjalan memasuki istana dan para pengeran mengikutinya begitu pula para wanita. Hamida berpikir bahwa jika Jodha tahu pasti dia akan sedih. iI kamarnya, Jodha mendengar pengawal berkata kalau Jalal sudah membunuh Ratan Singh dalam perang. Jodha shok

Jalal sedang dimandikan oleh para pelayan. Jalal menyentuh luka di lehernya, dia terbayang apa yang telah di alaminya di medan perang. Ketika dia di keroyok dan di todong pedang oleh 4 orang prajurit Sujaanpur, ketika pangeran Amer memanah para pengeroyok itu, membebaskan dirinya dan melindungi dia dari segala penjuru, dan ketika Bhagwandas menghadang anak panah yang terarah padanya.
Das sedang di rawat oleh dokter. Dia duduk di tempat tidur dengan perban di dadanya. Dokter pergi dan Jodha datang.  Jodha duduk di samping Bhagwandas yang cedera dengan airmata di pipi. Jodha berkata, “bagaimana..mengapa..untuk siapa anda menanggung luka ini?” Das menjawab, “untuk seseorang yang keamanannya menjadi tanggung jawabku.” Jodha berkata, “apa perlunya, mengapa untuk menyelamatkan ku anda menempatkan hidup anda dalam bahaya. Dia membunuh calon suami adik kita.” Das mengatakan kalau Jalal tidak membunuhnya, tapi dia mati dalam peperangan. Dalam peperangan hal seperti itu sudah biasa terjadi. Pangeran yang lain berkata kalau Sukanya belum menikah dengan ratan singh dan mereka akan mencarikan dia calon pengantin yang lain. Jodha berkata, “kalian tidak akan bisa menemukan pengantin yang lain. Untuk keselamatanku kalian melupakan Sukanya. Sekarang anda semua harus memikirkan dia sebagai seorang abang yang telah melawan dia dengan pedang di tangan. Sukanya menanggung semua ini karena aku dan Jalal adalah satu-satunya orang yang bertanggung jawab atas semua ini, kenapa anda semua membelanya?” Das mengatakan kalau itu adalah tanggung jawab mereka dan Bharmal telah membuat pernjanjian dengan Jalal, jadi mereka harus mematuhinya. JOdha berkata, “aku benci saat itu ketika dia datang dalam hidupku, mengapa harus aku..” Jodha sangat sedih dan terluka dengan kondisinya, dia menangis. Das mencoba untuk menenangkannya. Jodha berkata kalau dia akan melakukan sesuatu yang agamanya mengizinkan. Jodha bergegas pergi dengan marah. Das dan para pangeran Amer memanggil namanya, tapi Jodha tidak mepedulikannya. Beberapa saat setelah Jodha pergi, para pengawal datang mencarinya. Tidak melihat Jodha pengawal-pengawal itu segera pergi lagi.
jodha akbar 62aSinopsis Jodha Akbar episode 62. Sinopsis Jodha Akbar episode 62. Jodha menemui Jalal yang sedang di mandikan pelayan. Jodha berkata kalau dia ingin berbicara dengan Jalal. Jalal terlihat marah dan kesal, dia menyuruh semua pelayan pergi. Jalal menatap Jodha dengan garang, lalu keluar dari bak mandi, memakai piyamanya dan menghampiri Jodha. Jalal berkata, “kau keluar tanpa perintah dariku, sudah menjadi kebiasaanmu melangar  peraturanku.” Jodha menjawab kalau dia tidak takut dan tidak bersalah. Jodha berkata, “saya menerima kalau saya membunuh anakmu yang belum lahir, saya cemburu dan tidak ingin ada istri lain yang lebih berkuasa dari ku.” Jalal terlihat sangat marah dan berang. Jodha melanjutkan, “saya juga mengejar uang dan kekayaanmu. Jadi bunuhlah aku.” Jalal mengambil pedangnya dan menghunusnya di leher Jodha. Tubuh Jodha bergetar sedikit. Tapi dia tetap melanjutkan kalimatnya dengan berani, “..permintaan terakhirku, bebaskan saudara-saudara ku dari tahanan rumah, mereka juga telah menyelamatkan anda dalam perang. Semuanya adalah rencanaku sendiri, mereka tidak tahu apa-apa.” Jalal super marah mendengarnya, dengan cepat Jalal mengayunkan pedang kearah Jodha. Jodha menutup matanya. Sehingga dia tidak melihat bagaimana Ruq menahan pedang Jalal dengan tanganya. Jalal berteriak kaget, “Ruqaiya…?!”  Jodha membuka matanya. Jalal bertanya, “apa yang kau lakukan Ruqaiya?” Jodha melihat tangan Ruq memegang bilah pedang Jalal dan berdarah. Jodha segera melepas tangan Ruq dari pedang dan mengamati lukanya. Tapi Ruq menarik tanganya. Jalal menatap Jodha dan membuang muka. Ruqaiya mengatakan bahwa itu bukan kebangaan seorang mughal mengangkat pedang pada wanita, apalagi kalau wanita itu tidak bersalah. Jodha dan Jalal terpana. Ruq berkata, “dia tidak membunuh anak kita.” Jalal bilang kalau Jodha telah mengakuinya dan dia adalah pelakunya. Ruq berkata kalau Jodha berbohong, dan dia tidak tahu alasannya. Tapi apa yang dia katakan ada buktinya. Dan Ruq ingin berbicara secara pribadi dengan Jalal. Jodha pergi tanpa di suruh. Tinggal Jalal dan Ruq. Jalal bertanya kalau bukan Jodha lalu siapa?”
jodha akbar 62bSinopsis Jodha Akbar episode 62. Ruqaiya mengatakan kalau pelakunya adalah orang yang dekat dengan Jalal. Jalal meminta Ruq mengatakannya secara langsung. Ruqaiya mengeluarkan kotak antik, dan menyuruh Jalal melihatnya. Jalal bertanya apa ini? Ruq menjelaskan kalau kotak itu berisi dathura yang telah membuat dia keguguran saat meminumnya di campur kesar dari amer. Dan darimana Ruq mendapatkan kotak itu, orang itu lah yang terlibat. jalal bertanya siapa dia dan dari mana Ruq mendapatkannya. Ruq mengatakan kalau dia mendapatkannya dari kamar Salima. Jalal terkejut dan berkata, “kau tahu siapa yang kau bicarakan? Dia istri khan baba.” Ruq berkata, “tapi kini dia istrimu. Aku tidak mengatakan ini tanpa alasan. Ketika kau pergi berperang, aku menyelidiki semuanya…” Ruqaiya menceritakan apa yang dilakukannya, bagaimana seorang lelaki datang menemuinya. lalu dia mengunjungi Salima yang sedang sakit bersama seorang dokter. Saat dokter menanyakan kotak obat, Salima menunjuk ke laci. DI dalam laci itulah dia menemukan kotak tersebut. Dokter mencium isinya dan memang dathura. Lalu dokter menyerahkan kotak itu padanya. Ruq tidak percaya kalau Salima bisa melakukan hal itu. Jalal juga menemukan kalau hal itu terlalu luar biasa untuk mencerna fakta bahwa Salima bisa bertindak sejauh itu. Ruq mengatakan kepada Jalal jika tidak ada anak-anak dari istrinya maka Rahim yang akan menjadi pewaris dan Salima menjadi Mariam Zamani.  Jalal pergi meninggalkan Ruq di kamar mandi dengan marah. Dia berjalan bergegas. Sepanjang perjalanan dia teringat kata-kata Jodha saat dia mengakui kalau dia yang membuat Ruq keguguran.
Jodha duduk di kamarnya. Dia terbayang kembali pertemuan pertamanya dengan Ruq dan perseteruan mereka. Baik sebelum menjadi istri Jalal ataupun ketika dia baru datang di Agra. Mengingat itu Jodha bertanya-tanya sendiri, kenapa Ruq menyelamatkanya dan apakah dia tahu pelaku sesungguhnya?. Sedang berpikir-pikir begitu, terdengar pengumuman kalau Jalal datang. Jodha menjadi tegang, tapi dia tidak berdiri menyambutnya. Jodha menatap Jalal dengan penuh kebencian. Jalal bertanya kenapa dia berbohong dan tidak memandang penting dirinya. Melihat Jodha diam, Jalal berteriak agar Jodha menjawab pertayaanya. Jodha berdiri dan menjawab pertanyaan Jalal dengan pedas. Jodha berkata kalau Jalal sudah mempermainkan dia sejak pertama dia datang dari Amer dan berkata bahwa tidak ada penghinaan yang lebih besar daripada suami yang memerintahkan istrinya sebagai tahanan rumah. Jalal terdiam tidak bicara apa-apa.

Sinopsis Jodha Akbar episode 63 by Jonathan Bay.  Jodha dengan mata berkaca-kaca berkata bahwa bagi seorang istri adalah sebuah penghinaan kalau suami sampai menangkapnya, “saya sudah mengatakan kalau saya tidak melakukan apa-apa, tapi semuanya adalah permainan, kehormatanku, martabatku…, hari ini Ruq mengatakan bahwa pelakunya orang lain, makanya anda berubah dan keadilan juga telah menjadi sinopsis jodha akbar 63permainan bagimu. Ya saya berbohong bahwa saya membunuh anak mu, karena saya pikir anda akan membunuh saya, tapi orang lain yang tak bersalah bisa di bebaskan. Bagiku, rasa sakit kematian lebih ringan daripada rasa sakit menjadi istri anda. Saya sangat membencimu, karena itu saya berbohong. Saya ingin mengutukmu tetapi ajaranku melarang seorang istri untuk mengutuk suaminya. Tetapi saya selalu berdoa agar terbebas dari anda dan pikiran jahat anda. Lebih baik mati daripada hidup di neraka. Tapi Ruq tidak memberi kesempatan itu juga, ” Jodha melipat tanganya di dada dan berkata, “saya ingin anda pergi dari sini.” Jalal tidak bergerak. Jodha menatapnya dengan marah, akhirnya Jalal pun pergi juga. Jodha menatap kepergian Jalal lalu dengan sedih dia terduduk di tepi ranjang.

Jalal bersama Ruq di kamarnya. Jalal berjalam kesana kemari masih dengan emosi dan amarah. Ruq bertanya, “mengetahui kau tidak mencintainya, dia membencimu, kenapa kau menikahinya?” jalal berkata karena tidak mendapatkan dia adalah penghinaan bagiku. Aku ingin menunjukan kemenangangku, ingin menghancurkan kesombongannya di bawah kakiku. Kebenciannya memberiku kedamaian, tetapi aku tidak tahu dia akan berperilaku seperti ini padaku.” Ruq berkata bahwa dia punya ide, yaitu mengirim Jodha kembali ke Amer. Jalal berkata kalau Jodha belum terbukti tidak bersalah, lalu bagaimana dia bisa mengirimnya kembali ke Amer? Ruq yakin kalau Jodha tidak bersalah. Karena setiap kejahatan mempunyai motif dan alasan. Tapi Johda tidak mempunyai kepentingan apapun di kerajaan,  tidak ingin berkuasa, tidak tertarik dengan kekayaan dan juga tidak tertarik pada Jalal. Dari tatapannya bisa di lihat kalau perasaan Jalal terluka mendengar kata-kata Ruqaiya. Tanpa bicara dia beranjak pergi, tapi Ruq menghentikannya dan berkata agar Jalal mengambil tindakan terhadap Salima secepat mungkin, baik dia membuktikan sikapnya tentang kotak itu atau mengakui kejahatannya. Jalal berkata dia akan melakukan seperti yang di katakan Ruq, tapi dia meminta agar Ruq tidak memberitahu siapapun.
Sinopsis Jodha Akbar episode 63. Di malam hari, Jalal berpikir dan bicara dalam hati sambil berjalan kesana kemari. Jalal berpikir tentang apa yang terjadi, saudara Jodha telah menyelamatkan hidupnya, dan dia dengan penuh keraguan memasukan mereka dalam tahanan. Sekarang keraguan ada pada Salima, yang mana setelah Khan baba pergi dia telah memberinya kehormatan, memberi Rajim segalanya tapi kenapa dia melakukan hal seperti ini? Jalal merasa telah membuat kesalahan kali ini. Atgah datang menemui Jalal. Jalal mengatakan kalau dia ingin pendapat nya, karena setelah Khan Baba, Atgah lah yang telah banyak membnatunya. Atgah bertanya pada Jalal apa yang ingin dia bagikan. jalal berkata kalau di amempunyai bukti yang mengatakan kalau Jodha tidak bersalah, jadi apa yang harus dia lakukan karena dia tidak ingin melakukan ketidak adilan. Atgah mengatakan kalau Jalal sudahpun melakukan ketidakadilan karena dia telah menahan orang tidak bersalah sebagai tahanan rumah. Atgah juga memgatakan tidak tahu kapan pelakunya akan di tangkap tetapi Jalal harus membebaskan Jodha dan saudara-saudaranya dari tahanan rumah dengan segera, sebab sangat bertentangan hukum Mughal kalau menangkap orang yang tidak bersalah. Jalal bertanya lalu apa yang harrus di lakukan pada pelaku sebenarnya. Atgah menjawab kalau kalau Jalal punya keraguan pada seseorang maka sebelum mendapatkan bukti yang kuat, di atidak boleh mengambil tindakan apapun pada orang tersebut. Jalal mengucapkan terima kasih atas saran Atgah syah. Atgah berkata, kapanpun di butuhkan dia siap membantu Jalal.
sinopsis jodha akbar 63 aKeesokan harinya Jalal memanggil semua orang untuk datang ke pengadilan, berikut Jodha dan saudara-saudaranya. Jalal berkata kalau dia berterima kasih semua orang bisa hadir di sidangnya. dia juga mengucapkan terima kasih pad Hamida yang terlah memikirkan tentang keadilan bangsa Mughal. Kata Jalal, “pangeran amer tidak bisa mendapatkan bukti apapun dalam 10 hari untuk membuktikan mereka tidak bersalah. Tapi aku punya bukti yang menunjukan kalau mereka tidak bersalah. Karena itu aku memerintahkan untuk membebaskan mereka dari tahanan rumah dengan segalal hormat. Dan aku juga menghargai mereka karena telah menyelamatkan hidupku di medan perang. Jadi aku akan mengangkat mereka menjadi menteri di beberapa negara bagian dan sampai pelaku sesungguhnya tertangkap mereka akan menjai ramuku. Maan Singh berkata kalau dia akan bersama ayah dan paman-pamannya. Tapi Jalal memerintahkan dia untuk kembali ke posisinya semula. Maan mengambil tempat duduk yang pernah di tinggalkannya. Pada Jodha jalal berkata kalau di abisa kembali ke kamar aslinya. Jodha tiak terlihat bahagia mendengarnya. Dia menatap Jalal dengan marah, Jalal membuang muka salah tingkah. Tanpa bicara Jodha pergi meninggalkan ruang sidang.
Sinopsis Jodha Akbar episode 63. Maham dan Javeda selalu terlibat moment-moment kocak yang melibatkan mertua dan menantu. Seperti biasa, Javeda membuat maham angga jengkel dengan cara bicaranya yang kekanak-kanakan. Javeda memuji Jodha, yang membuat Maham sangat marah. Akhirnya karena tidak tahu harus bagaimana lagi, Maham menyuruh Javeda membuatkan dia manisan. Resham datang dan memberi tahu maham kalau Jodha di bebaskan. maham terkejut dan bertanya-tanya aakan apa yang akan di lakukan Jalal.
Jodha sangat gembira mengetahui bahwa hamida telah menghidupkan Diya dan melakukan puja selama 10 hari  terakhir selama dia berada dalam tahan rumah. tapi hatinya masih jengkel dengan Jalal. Hamida menemui Jodha di kamarnya. Jodha menyambutnya memberi salam dan menyentuh kakinya. Jodha mengucapkan terimah kasih pad Hamida karena telah melakukan puja untuknya. Hamida bertanya pad Jodha kenapa dia tidak terlihat bahagia setelah Jalal memutuskan dirinya dan saudara-saudaranya tidak bersalah. Jodha mengatakan kalau di masih marah dan kesal dengan sikap Jalal. Hamida menenangkan Jodha, dan keduanya lalu berbagi moment mertua-menantu yang indah.
jalal sedang dalam perjalanan menuju kamar Salima. Dia ingat kata0kata Ruq dan bukti yang di tunjukannya, dia terbayang saat menikahi Salima dan saat-saat bersama Rahim. Jalal memasuki kamar Salima. Salima menyambutnya dengan terkejut. Jalal berkata sudah menjadi haknya sebagai suami untuk meminya istri mebantunya melepas pakaian. Salima terlihat ragu-ragu dan kikuk. Jalal melepas dupatta Salima dan mendekatinya. Salima merasa tidak nyaman….

sinopsisjodhaakbar.blogspot.com

Sponsored Ads

Topik Populer: