contoh pidato terbaru simple mengenai Peringatan Maulid Nabi Muhammad Saw

Kali ini Blog idBeritaKu.com Akan Memberikan Informasi Terbaru Khusus Buat Sobat semua yakninya tentang contoh pidato terbaru simple mengenai Peringatan Maulid Nabi Muhammad Saw, semoga bisa Bermanfaat ya Buat Sobat Semua. dan Selengkapnya Mari Kita Lihat dibawah ini

Contoh Pidato Maulid Nabi Muhammad SAW

Peringatan Maulid Nabi Muhammad Saw
Assalamu Alaikum wr.Wb

Tiada kata yang pantas untuk diucapkan kecuali memanjatkan puji syukur kehadirat Allah SWT yang telah melimpahkan segala rohmat, taufiq, dan hidayahnya kepada kita sekalian. Sehingga kita masih dapat menikmati anugrah terindahnya berupa kesehatan serta oksigen yang kita hirup tanpa harus membayar sepeserpun.

Solawat serta salam mudah-mudahan tetap tercurahkan kepada junjungan Nabi

besar kita Muhammad SAW yang telah menunjukkan kita dari jalan yang gelap gulita menuju jalan yang terang benderang

Bapak-bapak, Ibu-ibu, para hadirin yang saya hormati.

Tanggal …… Rabiul Awal …….. H, bertepatan pada tanggal … seluruh kaum muslim merayakan maulid Nabi Muhammad SAW, tidak lain merupakan warisan peradaban Islam yang dilakukan secara turun temurun.

Dalam catatan historis, Maulid dimulai sejak zaman kekhalifahan Fatimiyah di bawah pimpinan keturunan dari Fatimah az-Zahrah, putri Muhammad. Perayaan ini dilaksanakan atas usulan panglima perang, Shalahuddin al-Ayyubi (1137M-1193 M), kepada khalifah agar mengadakan peringatan hari kelahiran Muhammad. Tujuannya adalah untuk mengembalikan semangat juang kaum muslimin dalam perjuangan membebaskan Masjid al-Aqsha di Palestina dari cengkraman kaum Salibis. Yang kemudian, menghasilkan efek besar berupa semangat jihad umat Islam menggelora pada saat itu.

Secara subtansial, perayaan Maulid Nabi adalah sebagai bentuk upaya untuk mengena akan keteladanan Muhammad sebagai pembawa ajaran agama Islam. Tercatat dalam sepanjang sejarah kehidupan, bahwa nabi Muhammad adalah pemimipn besar yang sangat luar biasa dalam memberikan teladan agung bagi umatnya.

Dalam konteks ini, Maulid harus diartikulasikan sebagai salah satu upaya transformasi diri atas kesalehan umat. Yakni, sebagai semangat baru untuk membangun nilai-nilai profetik agar tercipta masyarakat madani (Civil Society) yang merupakan bagian dari demokrasi seperti toleransi, transparansi, anti kekerasan, kesetaraan gender, cinta lingkungan, pluralisme, keadilan sosial, ruang bebas partisipasi, dan humanisme. Dalam tatanan sejarah sosio antropologis Islam, Muhammad dapat dilihat dan dipahami dalam dua dimensi sosial yang berbeda dan saling melengkapi.

Pertama, dalam perspektif teologis-religius, Muhammad dilihat dan dipahami sebagai sosok nabi sekaligus rasul terakhir dalam tatanan konsep keislaman. Hal ini memposisikan Muhammad sebagai sosok manusia sakral yang merupakan wakil Tuhan di dunia yang bertugas membawa, menyampaikan, serta mengaplikasikan segala bentuk pesan “suci” Tuhan kepada umat manusia secara universal.

Kedua, dalam perspektif sosial-politik, Muhammad dilihat dan dipahami sebagai sosok politikus andal. Sosok individu Muhammad yang identik dengan sosok pemimpin yang adil, egaliter, toleran, humanis, serta non-diskriminatif dan hegemonik, yang kemudian mampu membawa tatanan masyarakat sosial Arab kala itu menuju suatu tatanan masyarakat sosial yang sejahtera dan tentram.

Tentu, sudah saatnya bagi kita untuk mulai memahami dan memperingati Maulid

secara lebih mendalam dan fundamental, sehingga kita tidak hanya memahami dan memperingatinya sebatas sebagai hari kelahiran sosok nabi dan rasul terakhir yang sarat dengan serangkaian ritual-ritual sakralistik-simbolik keislaman semata, namun menjadikannya sebagai kelahiran sosok pemimpin.

Karena bukan menjadi rahasia lagi bila kita sedang membutuhkan sosok pemimpin bangsa yang mampu merekonstruksikan suatu citra kepemimpinan dan masyarakat sosial yang ideal, egaliter, toleran, humanis dan nondiskriminatif, sebagaimana dilakukan Muhammad untuk seluruh umat manusia.

Kontekstualisasi peringatan Maulid tidak lagi dipahami dari perspektif keislaman saja, melainkan harus dipahami dari berbagai perspektif yang menyangkut segala persoalan.

Misal, politik, budaya, ekonomi, maupun agama.

Bapak-bapak, Ibu-ibu, para hadirin yang saya cintai.

Nabi Muhammad dilahirkan ke dunia.

Datangnya membawa tugas.

Perginya meninggalkan bekas.

Datangnya membawa tugas yang diselesaikan dalam 23 tahun.

Datangnya ke dunia diperintah untuk memperbaiki budi pekerti (sholihah Akhlak)

supaya ummat ini menjadi umat yang sopan santun (makarimal akhlak)

Sopan terhadap siapa?

Sopan terhadap Alloh yang telah menciptakan kita

Sopan terhadap Rosululloh

Sopan terhadap agama yang kita peluk masing-masing

Sopan terhadap diri sendiri

Sopan terhadap orangtua

Sopan terhadap masyarakat

Sopan terhadap ibu pertiwi

Sopan terhadap negara.

Sopan terhadap Alloh.

Contohnya bagaimana kita sebelum makan berdoa dulu bismillahirrohmanirrohim.

Dengan nama Alloh Yang Maha Pengasih lagi Maha Pemurah adalah bentuk kesopanan

kita kepada Alloh.

Dalam pembukaan UUD 1945 menyebutkan atas berkat Rohmat Alloh Yang Maha

Kuasa merupakan bentuk kesopanan para pendahulu kita kepada Alloh. Mereka

mengakui bahwa kemerdekaan bangsa Indonesia ini bukan karena pemberian sekutu,

bukan pemberian Jepang dan bukan semata-mata karena perjuangan bangsa Indonesia

melawan Belanda. Tapi adalah karena Rohmat Alloh Yang Maha Kuasa.

Ada orang yang berpidato menyebutkan bahwa kemerdekaan bangsa Indonesia adalah

karena hasil perjuangan rakyat Indonesia adalah bentuk ketidak-sopanan kepada Alloh.

Sopan terhadap Rosululloh, Rosul merupakan pintu gerbang agung agama. Maka sudah sepantasnya kita sopan kepada Rosululloh

agama, itu adalah kebohongan. Itu adalah atas nama hawa nafsu mereka sendiri

Semua agama mengajarkan kesucian. Karena itu kita harus sopan dalam beragama

Demonstrasi dengan meneriakkan Allohu Akbar sambil saling memukul,

menghancurkan, itu juga bentuk ketidak-sopanan kepada agama. Kalimat Allohu Akbar

adalah kalimat pertama yang dibaca pada waktu sholat, bagaimana bisa digunakan

untuk sesuatu seperti itu. Kalau tidak setuju dengan sesuatu, maka lakukan dengan

sopan pula. Penggusuran dengan meneriakkan Allohu Akbar, ini kan pelecehan

terhadap agama. Ketidaksopanan kepada agama. Mereka tidak menyadari bahwa

dengan berbuat seperti itu mereka telah berbuat tidak sopan kepada agama.

Sopan kepada diri sendiri

Bagaimana kita diperintah untuk menutup aurat adalah bentuk kesopanan pada diri

sendiri dan sebaik-baik pakaian adalah pakaian takwa. Tujuh lapis langit dan tujuh lapis

bumi yang diciptakan Alloh ini ibarat sepet (kulit sabut kelapa-red.), sedangkan

berliannya adalah manusia, maka sopanlah kepada diri sendiri.

Sopan kepada orang tua

Jangan sampai kita durhaka seperti kisah bagaimana seorang dari desa yang berhasil

menyekolahkan anaknya sampai menjadi sarjana dan orang yang sukses. Tapi ketika

orang tuanya datang tidak dihormati malah diusir. Ketidak-relaan orang tua

menyebabkan anak itu dan keluarganya diazab Alloh dengan dihancurkan rumah dan

keluarganya. Padahal seharusnya si anak bangga dengan orang tuanya yang tinggal di

desa tersebut karena telah berhasil mendidik anaknya menjadi orang yang sukses

dibandingkan dengan orang kota yang belum tentu berhasil mendidik anaknya menjadi

orang yang sukses.

Sopan kepada masyarakat

Dalam kehidupan ini kita tidak bisa keluar dari masyarakat, maka kita harus sopan

kepada masyarakat.

Sopan kepada ibu pertiwi

Hadis Cinta tanah air bagian dari iman adalah bentuk kesopanan kepada ibu pertiwi.

Pendahulu kita memberikan lambang negara berbentuk Garuda Pancasila

melambangkan jiwa yang besar. Namun yang terjadi sekarang jiwa bangsa Indonesia

sedang sakit kronis dengan semakin berkurangnya rasa Cinta Tanah Air

Di zaman sekarang ini globalisasi adalah sesuatu yang tidak bisa dihindari. Namun tak

ada satu negara pun yang mau dilibas oleh negara lain. Satu-satunya cara adalah

dengan menumbuhkan Cinta Tanah Air. Jepang, Korea tidak sampai terlibas dalam era

globalisasi karena mereka mempunyai akar yang kuat dengan Cinta Tanah Air.

Sedangkan pada siapa kita diajar untuk santun?

Kita diajar santun kepada anak-anak yatim

Kita diajar santun kepada para fakir miskin

Kita diajar santun kepada orang-orang yang teraniaya

Kita diajar santun kepada orang-orang yang terkena bencana.

Semoga uraian ini bermanfaat. Mohon maaf jika ada kata-kata yang kurang berkenan.

wassalamu’alaikum Wr.Wb.

itulah unttuk postingan kali ini mengenai contoh pidato terbaru simple mengenai Peringatan Maulid Nabi Muhammad Saw

. Baca Selengkapnya

Oke Demikianlah informasi dari idBeritaKu.com. Semoga bermanfaat dan Beguna Hendaknya Buat anda semua pengunjung Blog Ini. dan Terima kasih kepada Sobat Semua yang telah membaca artikel contoh pidato terbaru simple mengenai Peringatan Maulid Nabi Muhammad Saw

Topik Populer: