Karma Istri-Istri Soekarno

993 views

Kali ini Blog idBeritaKu.com Akan Memberikan Informasi Terbaru Khusus Buat Sobat semua yakninya tentang Karma Istri-Istri Soekarno, semoga bisa Bermanfaat ya Buat Sobat Semua. dan Selengkapnya Mari Kita Lihat dibawah ini

Andai ajal tak menjemput, bagi Bung Karno, seolah tak pernah ada wanita terakhir untuk diperistri.

Di
hadapan wanita sepuh itu, Fatmawati Sukarno bersimpuh. Sambil berurai
air mata, dia bersujud menciumi kedua kakinya. Dengan terbata-bata,
Fatmawati meminta maaf karena telah menjalin tali kasih dan menikah
dengan Sukarno. “Indung mah lautan hampura (seorang ibu adalah lautan
maaf),” si perempuan sepuh itu membalas sambil memeluk dan mengelus
kepala Fatmawati.


Hanya, ke depan, dia melanjutkan, jangan mencubit orang lain kalau tak ingin dicubit, karena dicubit itu rasanya sakit.

Si
perempuan sepuh itu tak lain adalah Inggit Garnasih. Dia perempuan
kedua, setelah Oetari Tjokroaminoto, yang dinikahi Bung Karno. Istri
yang cuma bisa memberi tanpa mau meminta kepada suaminya.


Sayang,
setelah 20 tahun berumah tangga, bahkan dengan setia nunut Bung Karno
hingga ke Ende dan Bengkulu, Inggit harus rela berpisah. Karena si Bung
terpikat pada Fatmawati, yang pernah ikut mondok dalam rumah tangga
mereka saat di Bengkulu. 


Kehendak
Fatmawati menemui Inggit di Jalan Ciateul Nomor 8, Bandung, seperti
tertulis dalam buku Fatmawati Sukarno: The First Lady karya Arifin Suryo
Nugroho, terwujud berkat bujuk rayu mantan Gubernur DKI Jakarta Ali
Sadikin. Ali menemui Inggit pada 7 Februari 1980 untuk menjajaki
kemungkinan menerima kehadiran Fatmawati, yang telah 38 tahun tak lagi
berkomunikasi.


Bagi
Fatmawati, kehendaknya menemui mantan ibu angkatnya itu seolah menjadi
penyuci diri. Sebab, pada 14 Mei 1980, Fatmawati berpulang setelah
menunaikan umrah. 

Kehadiran
anak kandung sangat diidamkan Bung Karno, dan Fatmawati memberinya lima
putra-putri. Tapi kebahagiaannya sebagai pendamping Bung Karno harus
terkoyak pada tahun ke-12. Sebab, belum genap dua hari ia melahirkan
Guruh, Sukarno mendekat sambil berkata lirih, “Fat, aku minta izinmu,
aku akan kawin dengan Hartini.”


Tak
terbayangkan betapa sakitnya hati Fatmawati kala itu. Tapi bisa jadi
itulah karma yang harus diterimanya setelah Bung Karno terpaksa
menceraikan Inggit, yang tak memberinya keturunan.


Kepada
Tempo edisi 22 september 1999, Hartini menepis tudingan publik bahwa
dirinya telah merebut Bung Karno dari Fatmawati. Untuk bersedia menerima
pinangan Bung Karno yang bertubi-tubi, dia harus membayarnya dengan
amat mahal. Sebab, hampir semua media dan aktivis perempuan kala itu
menyudutkan dirinya, dan lebih membela Fatmawati.


“Benar,
sudah ada Ibu Fatmawati, sang first lady, ketika saya menikah dengan
Bung Karno. Tapi, setelah saya, juga ada Dewi,” ujar Hartini. Dan, kalau
dirinya dikatakan merebut Bung Karno dari Ibu Fat, ia melanjutkan,
bukankah Ibu Fat juga merebut Bung Karno dari Ibu Inggit, dan Ibu Inggit
merebutnya dari Ibu Tari (Oetari)?


Lalu,
setelah Dewi, bukankah masih ada lagi Haryatie, Yurike, dan belum
pacar-pacar yang lain? Jadi semuanya sama. Yang membedakan, hanya ada
satu first lady. “Saya tidak merebut Bung Karno. Saya menjalani takdir
yang digariskan hidup,” Hartini menegaskan.


Total,
Bung Karno sembilan kali resmi menikah. Andai ajal tak menjemput, bagi
si Bung, seolah tak pernah ada wanita terakhir untuk diperistri. Seorang
wanita yang dilimpahi aliran cinta yang bergelora harus tabah
menyaksikan padamnya api asmara tatkala Sukarno terpikat pada wanita
lain.

http://www.jelajahunik.us/2013/07/karma-istri-istri-soekarno.html

Sumber

Oke Demikianlah informasi dari idBeritaKu.com. Semoga bermanfaat dan Beguna Hendaknya Buat anda semua pengunjung Blog Ini. dan Terima kasih kepada Sobat Semua yang telah membaca artikel Karma Istri-Istri Soekarno

Topik Populer: