Mengapa Di Indonesia Ada Gelar Haji?

681 views

Mengapa Di Indonesia Ada Gelar Haji? – Postingan Kali ini Blog idBeritaKu.com Akan Memberikan Informasi Terbaru Khusus Buat Sobat semua yakninya tentang Mengapa Di Indonesia Ada Gelar Haji?, semoga bisa Bermanfaat ya Buat Sobat Semua. dan Selengkapnya Mari Kita Lihat dibawah ini

Gelar haji Konon hanya dipakai oleh bangsa melayu. Tidak ada dalil yang
mengharuskan jika setelah menunaikan ibadah haji harus diberi gelar
haji/hajjah. Bahkan sahabat Rasulullah pun tidak ada yang dipanggil haji.
 
Sejarah pemberian gelar haji dimulai pada tahun 654H, pada saat kalangan
tertentu di kota Makkah bertikai dan pertikaian ini menimbulkan
kekacauan dan fitnah yang mengganggu keamanan kota Makkah.

Karena kondisi yang tidak kondusif tersebut, hubungan kota Makkah dengan
dunia luar terputus, ditambah kekacauan yang terjadi, maka pada tahun
itu ibadah haji tidak bisa dilaksanakan sama sekalai, bahkan oleh
penduduk setempat juga tidak. 


Setahun kemudian setelah keadaan mulai membaik, ibadah haji dapat
dilaksanakan. Tapi bagi mereka yang berasal dari luar kota Makkah selain
mempersiapkan mental, mereka juga membawa senjata lengkap untuk
perlindungan terhadap hal-hal yang tidak diinginkan. Dengan perengkapan
ini para jemaah haji ibaratkan mau berangkat ke medan perang.

Sekembalinya mereka dari ibadah haji, mereka disambut dengan upacara
kebesaran bagaikan menyambut pahlawan yang pulang dari medan perang.
Dengan kemeriahan sambutan dengan tambur dan seruling, mereka
dielu-elukan dengan sebutan “Ya Hajj, Ya Hajj”. Maka berawal dari situ,
setiap orang yang pulang haji diberi gelar “Haji”.


Gelar Haji di Indonesia
Di zaman penjajahan belanda, pemerintahan kolonial sangat membatasi
gerak-gerik umat muslim dalam berdakwah, segala sesuatu yang berhubungan
dengan penyebaran agama terlebih dahulu harus mendapat ijin dari pihak
pemerintah belanda. Mereka sangat khawatir dapat menimbulkan rasa
persaudaraan dan persatuan di kalangan rakyat pribumi, lalu menimbulkan
pemberontakan.

Ilustrasi K.H. Hasyim Ashari

Masalahnya, banyak tokoh yang kembali ke tanah air sepulang naik Haji
membawa perubahan. Contohnya adalah Muhammad Darwis yang pergi haji dan
ketika pulang mendirikan Muhammadiyah, Hasyim Asyari yang pergi haji dan
kemudian mendirikan Nadhlatul Ulama, Samanhudi yang pergi haji dan
kemudian mendirikan Sarekat Dagang Islam, Cokroaminoto yang juga berhaji
dan mendirikan Sarekat Islam.

Hal-hal seperti inilah yang merisaukan pihak Belanda. Maka salah satu
upaya belanda untuk mengawasi dan memantau aktivitas serta gerak-gerik
ulama-ulama ini adalah dengan mengharuskan penambahan gelar haji di
depan nama orang yang telah menunaikan ibadah haji dan kembali ke tanah
air. Ketentuan ini diatur dalam Peraturan Pemerintahan Belanda
Staatsblad tahun 1903. Pemerintahan kolonial pun mengkhususkan P. Onrust
dan P. Khayangan di Kepulauan Seribu jadi gerbang utama jalur lalu
lintas perhajian di Indonesia.

Jadi demikianlah, gelar Haji pertama kali dibuat oleh pemerintahan
kolonial dengan penambahan gelar  huruf  “H” yang berarti orang tersebut
telah naik haji ke mekah. Seperti disinggung sebelumnya, banyak tokoh
yang membawa perubahan sepulang berhaji, maka pemakaian gelar H akan
memudahkan pemerintah kolonial untuk mencari orang tersebut apabila
terjadi pemberontakan.

Uniknya, pemakaian gelar tersebut sekarang malah jadi kebanggaan. Tak
lengkap rasanya bila pulang berhaji tak dipanggil “Pak Haji” atau “Bu
Hajjah”. Ritual ibadah yang berubah makna menjadi prestise?  Ironis

http://www.apakabardunia.com/2013/07/mengapa-di-indonesia-ada-gelar-haji.html

Sumber

Oke Demikianlah informasi dari idBeritaKu.com. Semoga bermanfaat dan Beguna Hendaknya Buat anda semua pengunjung Blog Ini. dan Terima kasih kepada Sobat Semua yang telah membaca artikel Mengapa Di Indonesia Ada Gelar Haji?